The
Case for Foreign Direct Investment and Multinational Corporations
Destia Alfiani
(0911240046)
FDI (Foreign Direct Investment)
telah ikut berkontribusi jangka panjang dalam meningkatkan GDP suatu negara.
FDI sering digunakan untuk investasi produktif seperti memperbarui kapasitas
produksi dan infrastruktur. FDI dapat mengisi dua kesenjangan keuangan negara.
Pertama, kekurangan investasi swasta dari jumlah tabungan yang tidak cukup dan anggaran
pemerintah yang defisit. Kedua kesenjangan karena kekurangan devisa untuk
membiayai impor yang diinginkan. Untuk negara
yang sedang bertransisi, FDI sangat efektif berperan
sebagai
stimulan untuk mendukung
pembangunan ekonomi dan mempercepat
transisi ekonomi menuju ke
ekonomi pasar. Hal ini
disebabkan FDI dapat
membantu
mempercepat restrukturisasi industri dan pengembangan
pasar yang
lebih terbuka pada perilaku ekonom.
Sistem kapitalisme mengatakan bahwa
MNCs (Multinational Corporations) merupakan penyelamat bagi ekonomi domestik
dan internasional. Hal tersebut dikarenakan MNCs telah membantu Host Country
untuk mengalokasikan sumber daya manusia dan material dengan cara yang paling
efisien,
menghasilkan
dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan standar hidup dan mengurangi kemiskinan serta memenuhi kebutuhan masyarakat
akan barang yang murah dan kualitas bersaing. Keutamaan dari
MNCs adalah mereka merupakan
korporasi yang efisien. MNCs telah
membayar pekerjanya dengan upah yang lebih tinggi, memiliki faktor produksi
yang memadai, modal
lebih besar, tenaga kerja yang terdidik
dan
terampil, penguasaan intelektual
yang maju, berorientasi
ekspor dan dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar