Senin, 19 Maret 2012

Perdebatan Antara Pendukung dan Penentang Eksistensi Peran MNC dalam Ranah Sosial-Politik


The Case for Foreign Direct Investment and Multinational Corporations

Destia Alfiani (0911240046)
            FDI (Foreign Direct Investment) telah ikut berkontribusi jangka panjang dalam meningkatkan GDP suatu negara. FDI sering digunakan untuk investasi produktif seperti memperbarui kapasitas produksi dan infrastruktur. FDI dapat mengisi dua kesenjangan keuangan negara. Pertama, kekurangan investasi swasta dari jumlah tabungan yang tidak cukup dan anggaran pemerintah yang defisit. Kedua kesenjangan karena kekurangan devisa untuk membiayai impor yang diinginkan. Untuk negara yang sedang  bertransisi, FDI sangat efektif berperan sebagai stimulan untuk mendukung pembangunan ekonomi dan mempercepat transisi ekonomi menuju ke ekonomi pasar. Hal ini disebabkan FDI dapat membantu mempercepat restrukturisasi industri dan pengembangan pasar yang lebih terbuka pada perilaku ekonom.
Sistem kapitalisme mengatakan bahwa MNCs (Multinational Corporations) merupakan penyelamat bagi ekonomi domestik dan internasional. Hal tersebut dikarenakan MNCs telah membantu Host Country untuk mengalokasikan sumber daya manusia dan material dengan cara yang paling efisien, menghasilkan dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan standar hidup dan mengurangi kemiskinan serta memenuhi kebutuhan masyarakat akan barang yang murah dan kualitas bersaing. Keutamaan dari MNCs adalah mereka merupakan korporasi yang  efisien. MNCs telah membayar pekerjanya dengan upah yang lebih tinggi, memiliki faktor produksi yang memadai, modal lebih besar, tenaga kerja yang terdidik dan terampil, penguasaan intelektual yang maju, berorientasi ekspor dan dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar