Senin, 19 Maret 2012

Perdebatan Antara Pendukung dan Penentang Eksistensi Peran MNC dalam Ranah Sosial-Politik


The Case For Foreign Direct Investment and Multinational corporations
(Cohen)
Siti Kalimah/0911240023

            Masuknya perusahaan-perusahaan asing disuatu negara akan membawa pengaruh bagi perekonomian suatu negara (host country). Dalam jurnal Cohen dijelaskan bahwa masuknya MNCs dan FDI bisa membawa dampak-dampak positif dan negatif. Dampak positif seperti yang dijelaskan oleh para pendukungnya, MNCs dan FDI memiliki peranan yang sangat penting dalam peningkatan perekonomian, di negara berkembang. Keberadaan MNCs dan FDI mampu membawa perubahan-perubahan bagi  perekonomian suatu negara seperti membuka lapangan  kerja, meningkatkan persaingan industri di host country, transfer teknologi –teknologi mutakhir ke host country dimana teknologi itu tentu saja dinilai sangat maju dan berguna bagi host country serta sebagai stimulasi perkembangan sektor-sektor ekonomi yang ada. Salah satu aspek penting dari FDI adalah bahwa pemodal bisa mengontrol atau setidaknya punya pengaruh penting manajemen dan produksi dari perusahaan di luar negeri. Biasanya juga FDI komitmen jangka-panjang. Itu sebabnya FDI dianggap lebih bernilai bagi sebuah negara dibandingkan investasi jenis lain yang bisa ditarik begitu saja ketika ada muncul tanda adanya persoalan. Pendukung juga berargumen bahwa MNC dan FDI, FDI mampu mereduksi ketimpanganantara saving gap dan foreign exchange.
            Bagi pengkritik MNCs dan FDI, keberadaan MNCs dan FDI justru akan merusak lingkungan karena kurangnya kesadaran perusahaan-perusahaan tersebut pada lingkungan sekitarnya yang pada akhirnya akan merugikan penduduk disekitar perusahaan tersebut. Dampak lainnya dalah minimnya standar upah pekerja, ketimpangan pendapatan dan lonjakan pengangguran. Pada umumnya,perusahaan-perusahaan multinasional hanya sedikit memperkerjakan tenaga-tenaga setempat. Yang perlu diingat lagi bahwa keberadaan perusahaan-perusahaan mutinasional ini tidak tertarik untuk menunjang usaha pembangunan suatu Negara (host Country) sehingga sangat membahayakan negara penerima, oleh sebab itu negara penerima harus mempunyai power untuk mengendalikan perusahaan-perusahaan asing tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar