Ruth Marlin Grace S.
0911243026
Review:
Third
World Governments and Multinational Corporations:
Dynamics of Host’s Bargaining
Power
Kehadiran Multinational Corporations (MNCs)
sebagai non-state actor membawa
dampak tersendiri di host countries
baik yang bersifat merugikan maupun menguntungkan. Salah satu dampak yang
sekaligus menjadi tantangan bagi negara-negara penerima (host countries) adalah mengenai kedaulatan. Terkait masalah ini, host country meningkatkan bargaining position untuk menghadapi kehadiran
MNCs.
Bargaining position yang
dilakukan oleh negara-negara berkembang dapat dikembangkan dalam dua cara
yaitu, potential power dan actual power. Dengan memaksimalkan kedua
power ini, maka interaksi host country dan
MNCs akan meningkat dan posisi tawar host
country relatif akan membaik.Pengertian potential power disini
adalah kemampuan suatu negara dalam memaksimalkan bargaining position-nya dengan
meningkatkan keahlian pemerintahan host
country, meningkatkan persaingan antar MNCs, meningkatkan kompetisi
investasi dan sistem ekonomi. Sedangkan, actual
power mengacu pada kemampuan dan kemauan pemerintah untuk mengubah dan
mempengaruhi perilaku MNCs.
Dalam meningkatkan power tersebut,
maka negara-negara penerima khususnya negara berkembang (Third World countries) perlu memperhatikan permasalahan dalam
domestik negaranya dan juga lingkungan internasional. Dengan mempertimbangkan
faktor-faktor di atas maka suatu negara dapat mencapai bargaining position yang baik. Dengan demikian, MNCs tidak mendominasi
serta mendikte suatu kebijakan negara yang dapat mengancam kedaulatan suatu
negara tersebut.
Interaksi yang terjadi antara MNCs dan host countries cenderung tidak stabil, hal ini ditentukan oleh bargaining position yang ada dalam suatu
negara. Kedaulatan host countries alhasil
relatif bergantung pada kemampuan suatu negara untuk memaksimalkan bargaining position-nya terhadap MNCs.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar