The Case for Foreign Direct Investment (FDI) and Multinational Corporations (MNCs)
Mahneta Damayanti
0911240065
Foreign Direct Investment (FDI) dan Multinational Corporation (MNC) adalah dua hal yang saling berkaitan dan dikatakan memiliki dampak yang menguntungkan dalam bidang ekonomi maupun sosial. keberadaan FDI dan MNC didukung oleh banyak alasan dan argumen yang menyatakan bahwa masyarakat dan pemerintah perlu lebih menekankan pada disiplin dan insentif pasar yang berguna bagi peningkatan kesejahteraan dan pengurangan kemiskinan. Masyarakat dan pemerintah harus membiarkan sektor privat “bergerak” untuk melakukan yang terbaik dengan mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien, memproduksi barang dengan kualitas baik dan harga layak, menciptakan pekerjaan, mengenalkan produk baru, dan menghasilkan kekayaan.
Kebaikan dari MNC adalah bahwa mereka mampu untuk menghadirkan format dari perusahaannya secara lebih terdepan dan efisien. Sebagai bagian dari domestik, MNC memiliki ukuran lebih besar, menggaji karyawan dengan upah lebih tinggi, memiliki faktor produksi yang baik, lebih intensif terhadap modal, memiliki karyawan dengan skill yang lebih baik, lebih menguntungkan dan berorientasi kepada ekspor. FDI merupakan salah satu barometer dalam mengukur seberapa baik sebuah negara mengembangkan pembangunannya. Sedangkan FDI akan diberikan kepada negara dengan mempertimbangkan beberapa faktor yaitu kebijakan ekonomi, pertumbuhan GDP, sektor ekspor, dan kehadiran MNC. FDI memberikan keuntungan ekonomi kepada host country karena merupakan sebuah kesatuan yang kuat dari modal, contacts, kemampuan manajerial, dan pengetahuan & teknologi.
Kritik terhadap MNC dan FDI adalah bahwa MNC memaksa negara untuk membuat rendah standar buruh di negaranya dan mengabaikan hukum tentang proteksi terhadap lingkungan. Namun, kritik tersebut dibantah dengan mengatakan bahwa negara “berkompetisi” untuk memperbanyak volume FDI dengan mengurangi standar bagi buruh dan lingkungannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar