Minggu, 18 Maret 2012

Meningkatkan Power Negara untuk Mempertahankan Kedaulatan


Third World Government and Multinational Corporations: Dynamics of Host’s Bargaining Power

Destia Alfiani (0911240046)
 
Untuk mengetahui sejauh mana host country di negara berkembang dapat
mempengaruhi perilaku MNCs, dapat dilihat dari kekuatan daya tawar relatif dari host country yang bergantung pada tingkat keahlian pemerintah tuan rumah, tingkat kompetisi di antara perusahaan multinasional, jenis FDI yang ditawarkan dan tingkat ketidakpastian ekonomi yang berlaku pada saat itu. Namun banyak kelemahan yang dimiliki host country yaitu mereka mempunyai struktur dan hukum yang tidak memadai untuk menarik pajak dan mengendalikan MNCs, kurangnya
administrator yang kompeten, terlatih, dan independen serta kurangnya keterampilan ekonomi dan menejerial untuk mengatur perusahaan asing.
Posisi tawar host country dapat tinggi apabila negara tersebut menjadi rebutan bagi banyak MNCs karena memiliki sumberdaya alam yang melimpah, tenaga kerja yang murah dan dapat dijadikan pasar yang potensial. Di sisi lain, politik host country, keadaan politik dan ekonomi internasional serta tekanan dari perusahaan multinasional dapat menghalangi host country dalam usaha untuk meningkatkan posisi tawar mereka.
Kendala internasional yang sering menghalangi posisi tawar host country dapat ditimbulkan oleh aktor non-negara dan tindakan home country. Kendala yang ditimbulkan oleh aktor non-negara diantaranya tingkat integrasi global perusahaan multinasional, risiko politik lokal dan strategi resiko manajemen transnasional. Pemerintah home country mendukung MNCs nya dengan alasan keamanan nasional, menjaga akses ke sumber daya yang murah, meningkatkan keseimbangan posisi pembayaran dan menggunakan MNCs untuk mentransfer bantuan ke negara dunia ketiga yang pro barat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar