Third
World Governments and Multinational Corporations:
Dynamics of Host’s
Bargaining Power
Eka Pratama Putri
(0911243052)
Multinational Corporation (MNC) dan Host Country atau yang sering dikenal
dengan sebutan negara berkembang, masing-masing memiliki keunggulan yang
berbeda. Keunggulan yang dimiliki oleh host
country ialah menguasai pasar internal (dalam negeri), tenaga kerja yang
cukup banyak, serta hal yang paling vital ialah bahan baku. Sedangkan Multinational Corporation (MNC) memiliki
keunggulan dibidang modal, teknologi, keunggulan dalam managerial, dan akses
pasar dunia. Dengan keunggulan yang dimiliki oleh MNC dan host country seharusnya dapat memakai system simbiosismutualisme,
tapi faktanya MNC tetap menggunakan efficiency
oriented sehinga host country
sering kali dirugikan. Kerugian ini terjadi karena pemerintah host country membutuhkan MNC untuk
pembangunan ekonomi. Dengan adanya kebutuhan tersebut MNC dapat memonopoli
bahkan mengancam kedaulatan host country.
Oleh
karena itu host country memiliki bargaining
position yang perlu dimaksimalkan untuk melindungi lingkup domestiknya. Bargaining position yang ditawarkan oleh
S.M Tarzi ada 2 macam yaitu actual power
dan potential power. actual power ialah
kekuatan yang dimiliki pemerintah untuk mempengaruhi MNC agar tidak memonopoli
serta mengendalikan pemerintahan. Sedangkan potential
power merupakan usaha yang dilakukan oleh host country mengendalikan MNC dengan cara menerapkan hukum atau
peraturan yang mengikat MNC sebab selama ini tidak ada peraturan yang tepat untuk
mengendalikan bisnis asing, adanya tingkat persaingan diantara MNC, host country wajib memilih Foreign
Direct Investment (FDI) yang akan diinvestasikan, serta memperhitungkan
spekulasi ekonomi dengan adanya MNC tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar