Minggu, 18 Maret 2012

Meningkatkan Power Negara Untuk Mempertahankan Kedaulatan


Third World Governments and Multinational Corporations:
Dynamics of Host’s Bargaining Power

Eka Pratama Putri (0911243052)

            Multinational Corporation (MNC) dan Host Country atau yang sering dikenal dengan sebutan negara berkembang, masing-masing memiliki keunggulan yang berbeda. Keunggulan yang dimiliki oleh host country ialah menguasai pasar internal (dalam negeri), tenaga kerja yang cukup banyak, serta hal yang paling vital ialah bahan baku. Sedangkan Multinational Corporation (MNC) memiliki keunggulan dibidang modal, teknologi, keunggulan dalam managerial, dan akses pasar dunia. Dengan keunggulan yang dimiliki oleh MNC dan host country seharusnya dapat memakai system simbiosismutualisme, tapi faktanya MNC tetap menggunakan efficiency oriented sehinga host country sering kali dirugikan. Kerugian ini terjadi karena pemerintah host country membutuhkan MNC untuk pembangunan ekonomi. Dengan adanya kebutuhan tersebut MNC dapat memonopoli bahkan mengancam kedaulatan host country.
            Oleh karena itu host country memiliki bargaining position yang perlu dimaksimalkan untuk melindungi lingkup domestiknya. Bargaining position yang ditawarkan oleh S.M Tarzi ada 2 macam yaitu actual power dan potential power. actual power ialah kekuatan yang dimiliki pemerintah untuk mempengaruhi MNC agar tidak memonopoli serta mengendalikan pemerintahan. Sedangkan potential power merupakan usaha yang dilakukan oleh host country mengendalikan MNC dengan cara menerapkan hukum atau peraturan yang mengikat MNC sebab selama ini tidak ada peraturan yang tepat untuk mengendalikan bisnis asing, adanya tingkat persaingan diantara MNC, host country wajib memilih Foreign Direct Investment (FDI) yang akan diinvestasikan, serta memperhitungkan spekulasi ekonomi dengan adanya MNC tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar