Senin, 19 Maret 2012

Perdebatan Antara Pendukung dan Penentang Eksistensi Peran MNC dalam Ranah Sosial-Politik


THE CASE FOR FOREIGN DIRECT INVESTMENT AND MULTINATIONAL CORPORATION

Yanuar Rahmadan (0911243031)
 
Terdapat dua pandangan berbeda mengenai kehadiran FDI dan MNC di negara dunia ketiga. Bagi pihak yang mendukung hadirnya FDI dan MNC, mereka berpendapat bahwa FDI dan MNC pada akhirnya akan memberikan berbagai keuntungan bagi host country. Mulai dari semakin kompetitifnya harga dan barang-barang yang ditawarkan sehingga masyarakat di negara dunia ketiga tersebut semakin memiliki banyak pilihan dalam membeli. Dengan semakin kompetiitfnya harga, maka kualitas barang yang beredar pun akan semakin membaik. Masyarakat menjadi bisa memilih mana saja barang yang memiliki kualitas yang baik. Selain itu, FDI dan MNC akan menjamin adanya transfer knowledge dan teknologi dari home country ke host country. Selain itu, akan semakin banyaknya lapangan kerja baru yang terbuka serta meningkatnnya pendapatan masyarakat. Namun, keuntungan yang menurut saya pribadi sangat berperan yakni semakin banyak FDI yang masuk ke suatu negara, maka hal tersebut menandakan tingkat kepercayaan dan tingkat perekonomian yang tinggi di suatu negara. Oleh karena itu banyak negara-negara yang semakin memperlonggar aturan mengenai arus modal asing yang masuk ke negara mereka.
Namun, bagi pihak yang mengkritik kehadiran MNC dan FDI di negara-negara dunia ketiga, mereka berpendapat bahwa somehow MNC dan FDI justru dapat merugikan masyarakat di negara dunia ketiga. Pertama, MNC pada akhirnya bisa mempengaruhi setiap pengambilan kebijakan domestik negara host country, seperti dalam penentuan dan pembayaran pajak. Perusahaan-perusahaan lokal/domestik dari host country pada akhirnya tidak bisa bersaing dengan MNC yang ada sehingga akan membuat mereka semakin tidak kompetitif dan akhirnya gulung tikar. Kemudian, spillover technology sangat jarang terjadi dari MNC ke perusahaan lokal. Hal ini dikarenakan teknologi yang dipergunakan oleh MNC terlalu tinggi tingkat kesulitannya sehingga hanya tenaga-tenaga ahli dari home country lah yang bisa mengoperasikannya. Sehingga yang mendapatkan keuntungan pada akhirnya hanyalah MNC itu sendiri, sedangkan buruh/pekerja lainnya cenderung tereksploitasi atau kurang mendapatkan manfaat dari hadirnya FDI dan MNC tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar