Corporate Social Responsibility: a Histrorical Review
Destia Alfiani (0911240046)
CSR (Corporate Social Responsibility) pertama kali
muncul
pada tahun 1950 di Amerika Serikat. Praktek
CSR setiap perusahaan pasti berbeda, biasanya melingkupi sumbangan untuk
amal, pelayanan masyarakat,
peningkatan
kesejahteraan karyawan dan mempromosikan perilaku keagamaan.
Pemberian kegiatan sosial ini ditujukan agar perusahaan mendapat dukungan dari
masyarakat yang merupakan investasi sosial jangka panjang bagi perusahaan.
Sebenarnya
peran perusahaan dibagi menjadi dua. Pertama, memaksimalkan keuntungan dari
usahanya dan kedua, membantu masyarakat mencapai kemakmuran. Ideologi CSR pada
tahun 1950 ini muncul karena adanya asumsi
kewajiban
bisnis bagi masyarakat. Kewajiban ini muncul karena
ada
beberapa sarjana dan praktisi yang
melihat
bisnis sebagai instrumen masyarakat dan manajer sebagai
wali publik
yang pekerjaan utamanya adalah untuk menyeimbangkan tuntutan dari
karyawan,
pelanggan, pemasok, masyarakat dan pemegang saham.
Terjadi pergeseran peran CSR dari
tahun 1950 yang merupakan upaya untuk menumbuhkan kewajiban sipil di
perusahaan. Pada tahun 1980-an, fokus CSR bergeser dari kewajiban perusahaan
menjadi strategi perusahaan. Kritikan terhadap CSR muncul karena adanya CSR
dapat mengurangi laba perusahaan dan mengalihkan sumber daya ekonomi. Tetapi
hal tersebut dapat diatasi apabila perusahaan dapat menggabungkan strategi
perusahaan dengan tujuan sosial yang ingin dicapai.
Sumber : Banerjee, S 2007, Corporate Social Responsibility: a Histrorical Review
Tidak ada komentar:
Posting Komentar