Senin, 19 Maret 2012

Meningkatkan Power Negara untuk Mempertahankan Kedaulatan


Alam Setia Budi / 0911243002
Meningkatkan Power Negara untuk Mempertahankan Kedaulatan
Third World Government and MNCs, Shah M.Tarzi membahas mengenai hubungan tawar antara pemerintah di host country dengan MNC. Dalam pembahasannya mempunyai faktor yang sangat mempengaruhi kekuatan tawar pemerintah lokal. Kekuatan tersebut dibagi dalam dua jenis yaitu potensial power dan actual power. Sebagian besar MNCs adalah berasal dari negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa memiliki power dalam akses terhadap teknologi, modal, keterampilan, serta akses terhadap market internasional. Sehingga MNCs biasanya berproduksi dalam high industri seperti minyak, tambang, transportasi dan makanan dan kekuatan dalam MNCs terjadi  dengan mendominasi prosentase saham kepemilikan di host country, memiliki kekuatan untuk melakukan monopoli, mengontrol supply serta harga yang mengakibatkan tidak terciptanya  industri yang kompetitif. Sehingga MNCs adalah aktor kunci dalam ekonomi di negara dunia ketiga.
Dengan adanya potensial power menjadikan kekuatan tawar relatif pemerintah yang muncul dari potensi pemerintah itu sendiri. Kekuatan itu antara lain dalam keahlian pemerintah yang dimaksud adalah yaitu melalui peningkatan keahlian pemerintah, maka pemerintah akan memiliki kapasitas yang lebih besar untuk memonitor perusahaan bahkan bernegosiasi dalam kondisi yang dibutuhkan dan dengan tidak kepastiannya ekonomi. Potensial power adalah kekuatan tawar relatif yang dimiliki oleh host country terhadap MNCs dalam konteks ini terkait dengan tingkat keahlian pemerintah, persaingan anatara perusahaan internasional, kategori tipe investasi asing langsung, dan tingkat ketidakpastian ekonomi. Sedangkan actual power adalah kemampuan dan kemauan dari pemerintah yang berada di host country untuk menjalakan posisi tawar mereka dalam mendapatkan posisi yang lebih baik dan mendapatkan keuntungan yang maksimal dari MNCs. Dalam bacaan jurnal ini dapat disimpulkan bahwa ketergantungan negara berkembang sebagai host country terhadap sistem ekonomi internasional merupakan penghambat negara berkembang dalam mempraktekkan potensial power yang dimilikinya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar