RETNO SAWITRI (0911240081)
The False Developmental promise of Corporate Social Responsibility: Evidence from Multinational oil companies
Artikel ini tidak menjelaskan kegagalan CSR di negara berkembang termasuk NGO dan agen pembangunan. Contohnya petrodollar, masuknya bantuan pada masyarakat justru membentuk “sumber kutukan” yang disalurkan melalui NGO dan sektor swasta yang dapat mengikis peran pemerintah. Pada artikel ini disebutkan bahwa CSR hanya menyangkut pada aspek masyarakat global. Hal ini dikarenakan CSR bersentuhan langsung dengan masyarakat lokal dimana suatu perusahaan multinational berdiri. CSR kurang memperhatikan masalah aspek lingkungan dan hak asasi manusia. Gagalnya peran CSR ini disebabkan karena (1) gagal menghindari keuntungan dalam pengelolaan CSR (2) lemahnya sumber daya manusia (3) kurangnya tingkah laku sosial di antara para staf (4) kegagalan untuk mengintegrasikan CSR pada level pembangunan yang lebih besar. Terjadi saat ini pada industri minyak adalah CSR memiliki potensi yang kecil untuk mengembangkan pembangunan masyarakat local. Pada peran ekonomi, perusahaan multinasional diharapkan mampu memainkan peran dalam ekonomi termasuk pada makro level pembangunan dan pemerintah. CSR tidak bisa mengatasi isu yang berhubungan dengan pemerintah dan level makroekonomi yang disebabkan oleh perusahaan multinasional di host country. Hal ini karena adanya intervensi pemerintah yang gagal di negara berkembang. Yang paling membahayakan adalah focus dari CSR keluar dari perhatian di bidang ekonomi, politik dan sosial untuk mengatasi masalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar