Minggu, 01 April 2012

The False Developmental Promise of Corporate Social Responsibility: Evidence from Multinational Oil Companies


Budiman Yusuf 0911240043

Menggunakan contoh perusahaan produsen minyak multinasional, artikel ini menunjukkan bahwa ada masalah mendasar seputar kemampuan perusahaan swasta untuk memberikan sumbangan terhadap pembangunan dan juga memberikan aspirasi untuk mencapai pembangunan negara melalui Corporate Social Responsibility (CSR) mungkin pada dasarnya merupakah sebuah aktivitas yang didalamnya terdapat sebuah "kecacatan" . Artikel ini didasarkan pada proyek penelitian yang berlangsung selama dua belas bulan yang luas di wilayah Teluk Guinea didanai oleh Yayasan Nuffield. Penelitian ini mengidentifikasi sejumlah kendala di dalam perkembangan CSR yaitu pelaksanaan program CSR yang dilatarbelakangi untuk pencapaian tujuan perusahaan; negara dan konteks isu yang spesifik. Kegagalan dalam memberikan maanfaat dari adanya program CSR yang diakibatkan oleh kurangnya sumber daya manusia dimana kemampuan teknis / manajerial pendekatan staf perusahaan dan kurangnya integrasi CSR ke dalam rencana pembangunan yang lebih besar. Tetapi bahkan jika perusahaan swasta mampu mengatasi masalah - masalah praktis, hal tersebut belum mampu mengubah anggapan bahwa agenda CSR saat ini gagal untuk mengatasi masalah yang penting dari pemerintahan dan tingkat makro yang menerima efek negatif yang disebabkan perusahaan - perusahaan multinasional di negara tuan rumah. Artikel ini menyimpulkan dengan menyarankan bahwa fokus pada CSR dapat mengalihkan perhatian dari solusipolitik, ekonomi dan sosial yang lebih luas untuk masalah perkembangan pembangunan negara penerima/tuan rumah.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar