Kritik
CSR : False Developmental Promise
Risalatul
Mu’awanah / 0911240021
Dalam
artikelnya, “The False Developmental Promise of Corporate Responsibility :
Evidence from Multinational Oil Companies” George Frynas menyatakan bahwa target
pembangunan tidak dapat dicapai melalui CSR. Hal ini disebabkan adanya “business
case” dalam motif pelaksanaan CSR. “Business
Case” tersebut berupa 4 poin, yaitu :
1)
Obtaining
Competitive Advantages. Yaitu Program
social dalam CSR merupakan investasi social yang digunakan untuk bersaing
dengan perusahaan lain yang juga melakukan CSR.
2)
Maintaning
a stable working environmental. Yaitu
CSR digunakan untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Dengan
menawarkan program pembangunan melalui CSR, memudahkan perusahaan dalam proses
kompromi dengan masyarakat.
3)
Managing
external perception. Yaitu CSR
dibutuhkan oleh perusahaan untuk membuat opini public yang positif mengenai
perusahaan tersebut (menaikkan reputasi).
4)
Keeping
employees happy. Yaitu dengan
reputasi dan opini public yang baik, maka akan mempuat pekerja (internal) perusahaan
merasa senang dapat bekerja di perusahaan tersebut. Sekaligus selalu memberikan
kinerja yang baik.
Dengan 4 “business
case” yang menjadi motif perusahaan melakukan CSR, maka manfaat CSR tidak
dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas. Dan tujuan pembangunan yang
dijanjikan melalui CSR tidak terlaksanakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar