Minggu, 01 April 2012

CSR dan Dinamika Kritikannya


Kritik CSR : False Developmental Promise
Risalatul Mu’awanah / 0911240021


Dalam artikelnya, “The False Developmental Promise of Corporate Responsibility : Evidence from Multinational Oil Companies”  George Frynas menyatakan bahwa target pembangunan tidak dapat dicapai melalui CSR. Hal ini disebabkan adanya “business case” dalam motif pelaksanaan CSR.  Business Case” tersebut berupa 4 poin, yaitu :
1)      Obtaining Competitive Advantages. Yaitu Program social dalam CSR merupakan investasi social yang digunakan untuk bersaing dengan perusahaan lain yang juga melakukan CSR.
2)      Maintaning a stable working environmental. Yaitu CSR digunakan untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Dengan menawarkan program pembangunan melalui CSR, memudahkan perusahaan dalam proses kompromi dengan masyarakat.
3)      Managing external perception. Yaitu CSR dibutuhkan oleh perusahaan untuk membuat opini public yang positif mengenai perusahaan tersebut (menaikkan reputasi).
4)      Keeping employees happy. Yaitu dengan reputasi dan opini public yang baik, maka akan mempuat pekerja (internal) perusahaan merasa senang dapat bekerja di perusahaan tersebut. Sekaligus selalu memberikan kinerja yang baik.
Dengan 4 “business case” yang menjadi motif perusahaan melakukan CSR, maka manfaat CSR tidak dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas. Dan tujuan pembangunan yang dijanjikan melalui CSR tidak terlaksanakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar