Minggu, 20 November 2011

Globalisasi dan Implikasi Terhadap Pembentukan Megacities (1)

     Firda Indrayanti (0911240008), GenidaWahyu (0911240009), Irza Khurun’in (0911240012), Fany Triana (0911240054), Destia Alfiani (0911240056), Oucky Hertanto (0911241003), Afelino Dafflor (0911243001), Fredo Abram (0911240046), Onky Hendrawan (0911243065)

Megacities adalahkota metropolitan yang besar dengan kompleksita sekonomi, para pekerja yang memiliki skill tinggi, tersedianya sarana transportas idan komunikasi. Dengan jumlah populasi sekitar 10 juta jiwa. Sejarah pembentukan megacity yaitu sejak tahun 1965, meningkatnya populasi atau pertumbuhan penduduk di daerah urban/kota. Lalu pada era globalisasi ini, mendorong terjadinya pertumbuhuan bisnis dan industry di megacity.Hal tersebut berimplikasi untuk mendorong pertumbuhan dan peningkatan peran megacity dalam ekonomi production, organisasi social, knowledge generation, dan juga meningkatkan managemen perusahaan sebagai dampak dari kualitas hidup dan peningkatan produktifitas. Namun dalam perkembangannya, megacity menghadapi berbagai masalah seperti meningkagtnya urban population, minimnya persediaan air, polusi lingkungan, kriminalitas, berkembangnya daerah kumuh dan masalah social.Kondisi ini diperparah dengan permasalahan managemen megacity seperti: permasalahan pada good governance, tidak adanya kebijakan pengembangan yang jelas dan koordinasi, lemahnya managemen dari asset dan service, kurangnya kapasitas regulasi, dan kurangnya pengetahuan financia. Bahan Bacaan : Population and Development Review vol. 23 No.2 (Juni.1997) J.Stor

Tidak ada komentar:

Posting Komentar