Minggu, 20 November 2011

Globalisasi dan Implikasi Terhadap Pembentukan Megacities (3)

Siti Kalimah (0911240023), Santi Setiawati, (0911243028) Ruth Marlin Grace (0911243026), IGN Eka Putra, (0911243058) Shinta Ary (0911243072), Eka Pratama Putri (0911243058), Yanuar Rahmadan (0911243031), Dwi Agustina (0911240047), Reza Nurwansyah (0911240082)

          Megacities merupakan area metropolitan yang luas dengan ekonomi kompleks, tenaga kerja yang besar dan sangat terampil serta sistem transportasi yang mampu menjaga komunikas isehari-hari antara semua penduduknya. Di dunia sendiri terdapat 17 megacities dan 9 diantaranya berada di wilayah Asia termasuk Jakarta. Kenyataannya, keberadaan megacities ini memiliki sisi positif dan juga negatif. Dari sisi positif, megacities menghasilkan proporsi yang lebih tinggi dari rata-rata dalam suatu barang dan jasa suatu bangsa, megacities juga menjadi pusat inovasi dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, gaya hidup, memiliki banyak ase budaya serta memberi kesempatan yang lebih baik kepada masyarakat untuk menjalani kehidupan penuh dan memuaskan. Namun, dalam sisi negatif megacities dapa tmengakibatkan masyarakat mengalami penderitaan khususnya dari segi lingkungan seperti polusi, kekuarangan air, timbulnya daerah kumuh kemudian dapat memunculkan kemacetan serta kejahatan.
            Permasalahan megacities ini bisa diselesaikan dengan adanya peran penting dari pemerintah. Inisiatif yang dilakukan pertama dengan mengganti peran pemerintah dari penyedia jasa menjadi fasilitator jasa yang disediakan oleh orang lain. Kedua adalah dengan perubahan kedearah desentralisasi dan memperkuat pemerintah lokal. Ketiga dengan penyediaan layanan seperti penyediaan air dan transportasi umum melalui kemitraan publik-swasta .Keempa tadalah dengan meningkatkan pengelolaan keuangan dan terakhir dengan mencanangkan strategi pembangunan yang sudah matang dan dipikirkan secara strategis.
            Sejarah pembentukan megacities ini bisa dilihat dari dua faktor, yaitu faktor eksternal dan internal. Faktor internal terlihat dari bentuk masing-masing negara didunia. Misalnya saja republik dan federal. Kecenderungan republik hanya terpusat dengan satu wilayah saja, yaitu ibukota. Sedangkan federal memiliki negara-negara bagian sehingga wilayah megacities dapa tterbentuk tidak hanya di satu area saja. Misalnya saja Amerika Serikat yang memiliki Los Angeles dan New York City sebagai megacities. Faktor eksternal berasal dari masa kolonial ketika bangsa kolonial berusaha melakukan development bagi wilayah jajahannya dan kemudian melakukan perdagangan, bertransaksi, pembangunan infrastruktur dan aktivitaslainnya yang bersifat ekonomi sehingga area nya dapat tumbuh maju. Wilayah jajahan pun akhirnya lebih mirip Western cities. Selain itu kemunculan industrialisasi, inovasi teknologi dan komunikasi dengan ditandai adanya transfer teknologi serta globalisasi mendorong pembentukan megacities. 
Bahan Bacaan : Population and Development Review vol. 23 No.2 (Juni.1997) J.Stor

Tidak ada komentar:

Posting Komentar